IDENTIFIKASI PEMAHAMAN KONSEP IMPULS DAN MOMENTUM PADA SISWA KEPEMINATAN FISIKA

Maria Yeni Martina, Rambu Ririnsiana harra Hua

Abstract


Pemahaman konsep pada materi impuls dan momentum merupakan bagian yang paling penting dalam mempelajarai fisika. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemahaman konsep fisika pada materi impuls dan momentum pada siswa kepeminatan fisika. Metode yang digunakan yaitu observasi dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa kepeminatan masih dikatakan belum memahami simbol-simbol pada materi impuls dan momentum. Hal lain juga ditemukan bahwa dalam pembelajaran impuls dan momentum, siswa lebih senang mengerjakan dengan sendiri daripada dengan kelompok diskusi. Pemilihan model pembelajaran sangat berpengaruh pada keaktifan siswa baik secara mental, fisik maupun sosial dalam memecahkan masalah fisika. Model pembelajaran Problem Posing Learning mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dengan situasi pembelajaran yang kondusif, efektif dan aktif.

Full Text:

PDF

References


Rufaida, S. A., Budiharti, R., & Fauzi, A. (2012, September). Profil Kesalahan Siswa SMA dalam Pengerjaan Soal pada Materi Momentum dan Impuls. In PROSIDING: Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika (Vol. 3, No. 2).

Puspasari, I. MOMENTUM DAN IMPULS.

Herawati, O. D. P., Siroj, R. A., & Basir, M. D. (2010). Pengaruh pembelajaran problem posing terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas xi ipa sma negeri 6 palembang. Jurnal Pendidikan Matematika, 4(1), 70-80.

Hutapea, N., Nyeneng, I. D. P., & Suana, W. (2016). Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Materi Impuls Dan Momentum dengan Pendekatan Saintifik. Jurnal Pembelajaran Fisika, 4(3).

Hau, R. R. H., Marwoto, P. P., Putra, N. M. D., & Wiyanto, W. W. (2018). Deskripsi Kemampuan Representasi Matematik dalam Pemecahan Masalah Fisika pada Perkuliahan Listrik Magnet. Physics Communication, 2(1), 1-16.

Sugiana, I. N., Harjono, A., Sahidu, H., & Gunawan, G. (2017). Pengaruh Model Pembelajaran Generatif Berbantuan Media Laboratorium Virtual Terhadap Penguasaan Konsep Fisika Siswa pada Materi Momentum dan Impuls. Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi, 2(2), 61-65.

Yusofa, D., Yuliati, L., & Muhardjito, M. (2017). PEMANFAATAN STRATEGI THINKING MAP DALAM PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MEMBANTU SISWA MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA SMA KELAS X. Research Report.

Widyastuti, D., Suyatna, A., & Wahyudi, I. (2017). Perbandingan Hasil Belajar Siswa Ditinjau dari Representasi Visual Statis dan Dinamis Materi Impuls dan Momentum. Jurnal Pembelajaran Fisika, 5(4).

Sundawan, M. D. (2016). Perbedaan Model Pembelajaran Konstruktivisme dan Model Pembelajaran Langsung. LOGIKA, 16(1).

Hardianti, S. (2017). Implementasi Kurikulum 2013 pada Proses Pembelajaran oleh Guru Mata Pelajaran Fisika Tingkat SMA Negeri di Kabupaten Bone (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar).

Herawati, O. D. P., Siroj, R. A., & Basir, M. D. (2010). Pengaruh pembelajaran problem posing terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas xi ipa sma negeri 6 palembang. Jurnal Pendidikan Matematika, 4(1), 70-80.

Mahmudi, A. (2008, December). Pembelajaran problem posing untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika. In Prosiding Seminar Nasional Matematika. Fakultas MIPA, Universitas Negeri Padjajaran Bandung.

GURU, F. P. (2011). Model Pembelajaran Langsung.

Suryadi, D. (2005). Penggunaan pendekatan pembelajaran tidak langsung serta pendekatan gabungan langsung dan tidak langsung dalam rangka meningkatkan kemampuan berpikir matematik tingkat tinggi siswa SLTP (Doctoral dissertation, Universitas Pendidikan Indonesia).

Kardi, S., & Nur, M. (2000). Pembelajaran Langsung. Me Graw Hill Book, Surabaya